Searching...

Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan

12:34 AM
Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang

Didapat bahwa pelaksanaan efektifitas disiplin kerja dengan variabel Tujuan dan kemampuan, Teladan Pimpinan, Balas jasa, Keadilan, waskat, sanksi hukum, Ketegasan, dan hubungan Kemanusiaan, yang terjadi pada diri karyawan berpengaruh secara simultan terhadap kinerja karyawan. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefesien determinan (adjusted R square) sebesar 0.699 (69.9%).
Secara parsial seluruh variabel bebas yaitu disiplin kerja (X) juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat yaitu kinerja karyawan (Y). Terlihat bahwa variabel tujuan dan kemampuan (X1) secara parsial tidak mempengaruhi kinerja karyawan meskipun tidak ada Teladan Pimpinan, Balas jasa, Keadilan, waskat, sanksi hukum, Ketegasan, hubungan Kemanusiaan. Dengan nilai thitung X1 -1.362 > ttabel 1.694 Ha ditolak dan Ho diterima itu berarti tidak ada pengaruh yang signifikan oleh variabel X dan Y. Variabel teladan pimpinan (X2) secara parsial mempengaruhi kinerja karyawan meskipun tidak ada variabel Tujuan dan kemampuan, Balas jasa, Keadilan, waskat, sanksi hukuman, Ketegasan, hubungan Kemanusiaan. Dengan nilai thitung X2 1.952 ≥ ttabel 1.694 Ha diterima dan Ho ditolak itu berarti ada pengaruh yang signifikan oleh variabel X dan Y. Variabel balas jasa (X3) secara parsial mempengaruhi kinerja karyawan meskipun tidak ada variabel Tujuan dan kemampuan, Teladan Pimpinan, Keadilan, waskat, sanksi hukum, Ketegasan, hubungan Kemanusiaan. Dengan nilai thitung X3 1.925 ≥ ttabel 1.694 Ha diterima dan Ho ditolak itu berarti ada pengaruh yang signifikan oleh variabel X dan Y. Variabel keadilan (X4) secara parsial mempengaruhi kinerja karyawan meskipun tidak ada variabel Tujuan dan kemampuan, Teladan Pimpinan, balas jasa, waskat, sanksi hukum, Ketegasan, hubungan Kemanusiaan. Dengan nilai thitung X4 1.815 ≥ ttabel 1.694 Ha diterima dan Ho ditolak itu berarti ada pengaruh yang signifikan oleh variabel X dan Y. Variabel waskat (X5) secara parsial tidak mempengaruhi kinerja karyawan meskipun tidak ada variabel Tujuan dan kemampuan, Teladan Pimpinan, balas jasa, Keadilan, sanksi hukum, Ketegasan, hubungan Kemanusiaan. Dengan nilai thitung X5 -1.089 < ttabel 1.694 Ha ditolak dan Ho diterima itu berarti tidak ada pengaruh yang signifikan oleh variabel X dan Y. Variabel sanksi hukuman (X6) secara parsial mempengaruhi kinerja karyawan meskipun tidak ada variabel Tujuan dan kemampuan, Teladan Pimpinan, balas jasa, Keadilan, waskat, Ketegasan, hubungan Kemanusiaan. Dengan nilai thitung X6 2.542 ≥ ttabel 1.694 Ha diterima dan Ho ditolak itu berarti ada pengaruh yang signifikan oleh variabel X dan Y. Variabel ketegasan (X7) secara parsial mempengaruhi kinerjakaryawan meskipun tidak ada variabel Tujuan dan kemampuan, Teladan Pimpinan, balas jasa, Keadilan, waskat, sanksi hukum, hubungan Kemanusiaan. Dengan nilai thitung X7 2.064 ≥ ttabel 1.694 Ha diterima dan Ho ditolak itu berarti ada pengaruh yang signifikan oleh variabel X dan Y. Variabel hubungan kemanusiaan (X8) secara parsial mempengaruhi kinerja karyawan meskipun tidak ada variabel  Tujuan dan kemampuan, Teladan Pimpinan, balas jasa, Keadilan, waskat, sanksi hukum, Ketegasan. Dengan nilai thitung X8 2.382 ≥ ttabel 1.694 Ha diterima dan Ho ditolak itu berarti ada pengaruh yang signifikan oleh variabel X dan Y.Dari hasil uji t dapat diketahui bahwa nilai thitung untuk sanksi hukuman (X6) sebesar 2.542 dengan taraf signifikan 0.016 dapat dikatakan memiliki thitung tertinggi dengan taraf signifikan terkecil, sehingga hipotesis keenam mempunyai pengaruh yang dominan terhadap kinerja karyawan teruji dengan taraf nyata α 5%.


Bagikan melalui Facebook / Twitter / Google Plus untuk melihat Link Download (Klik salah Satunya)
Next
This is the most recent post.
Older Post

0 komentar:

Post a Comment