Pengaruh
Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang
Didapat bahwa pelaksanaan efektifitas
disiplin kerja dengan variabel Tujuan dan kemampuan, Teladan Pimpinan, Balas
jasa, Keadilan, waskat, sanksi hukum, Ketegasan, dan hubungan Kemanusiaan, yang
terjadi pada diri karyawan berpengaruh secara simultan terhadap kinerja
karyawan. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefesien determinan (adjusted R
square) sebesar 0.699 (69.9%).
Secara parsial seluruh variabel
bebas yaitu disiplin kerja (X) juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
variabel terikat yaitu kinerja karyawan (Y). Terlihat bahwa variabel tujuan dan
kemampuan (X1) secara parsial tidak mempengaruhi kinerja karyawan meskipun
tidak ada Teladan Pimpinan, Balas jasa, Keadilan, waskat, sanksi hukum,
Ketegasan, hubungan Kemanusiaan. Dengan nilai thitung X1 -1.362 > ttabel 1.694
Ha ditolak dan Ho diterima itu berarti tidak ada pengaruh yang signifikan oleh
variabel X dan Y. Variabel teladan pimpinan (X2) secara parsial mempengaruhi kinerja
karyawan meskipun tidak ada variabel Tujuan dan kemampuan, Balas jasa, Keadilan,
waskat, sanksi hukuman, Ketegasan, hubungan Kemanusiaan. Dengan nilai thitung X2
1.952 ≥ ttabel 1.694 Ha diterima dan Ho ditolak itu berarti ada pengaruh yang
signifikan oleh variabel X dan Y. Variabel balas jasa (X3) secara parsial
mempengaruhi kinerja karyawan meskipun tidak ada variabel Tujuan dan kemampuan,
Teladan Pimpinan, Keadilan, waskat, sanksi hukum, Ketegasan, hubungan
Kemanusiaan. Dengan nilai thitung X3 1.925 ≥ ttabel 1.694 Ha diterima dan Ho
ditolak itu berarti ada pengaruh yang signifikan oleh variabel X dan Y. Variabel
keadilan (X4) secara parsial mempengaruhi kinerja karyawan meskipun tidak ada variabel
Tujuan dan kemampuan, Teladan Pimpinan, balas jasa, waskat, sanksi hukum,
Ketegasan, hubungan Kemanusiaan. Dengan nilai thitung X4 1.815 ≥ ttabel 1.694 Ha
diterima dan Ho ditolak itu berarti ada pengaruh yang signifikan oleh variabel
X dan Y. Variabel waskat (X5) secara parsial tidak mempengaruhi kinerja karyawan
meskipun tidak ada variabel Tujuan dan kemampuan, Teladan Pimpinan, balas jasa,
Keadilan, sanksi hukum, Ketegasan, hubungan Kemanusiaan. Dengan nilai thitung X5
-1.089 < ttabel 1.694 Ha ditolak dan Ho diterima itu berarti tidak ada
pengaruh yang signifikan oleh variabel X dan Y. Variabel sanksi hukuman (X6)
secara parsial mempengaruhi kinerja karyawan meskipun tidak ada variabel Tujuan
dan kemampuan, Teladan Pimpinan, balas jasa, Keadilan, waskat, Ketegasan, hubungan
Kemanusiaan. Dengan nilai thitung X6 2.542 ≥ ttabel 1.694 Ha diterima dan Ho ditolak
itu berarti ada pengaruh yang signifikan oleh variabel X dan Y. Variabel
ketegasan (X7) secara parsial mempengaruhi kinerjakaryawan meskipun tidak ada
variabel Tujuan dan kemampuan, Teladan Pimpinan, balas jasa, Keadilan, waskat,
sanksi hukum, hubungan Kemanusiaan. Dengan nilai thitung X7 2.064 ≥ ttabel 1.694
Ha diterima dan Ho ditolak itu berarti ada pengaruh yang signifikan oleh
variabel X dan Y. Variabel hubungan kemanusiaan (X8) secara parsial mempengaruhi
kinerja karyawan meskipun tidak ada variabel Tujuan dan kemampuan, Teladan Pimpinan, balas
jasa, Keadilan, waskat, sanksi hukum, Ketegasan. Dengan nilai thitung X8 2.382
≥ ttabel 1.694 Ha diterima dan Ho ditolak itu berarti ada pengaruh yang signifikan
oleh variabel X dan Y.Dari hasil uji t dapat diketahui
bahwa nilai thitung untuk sanksi hukuman (X6) sebesar 2.542 dengan taraf
signifikan 0.016 dapat dikatakan memiliki thitung tertinggi dengan taraf
signifikan terkecil, sehingga hipotesis keenam mempunyai pengaruh yang dominan
terhadap kinerja karyawan teruji dengan taraf nyata α 5%.
Bagikan melalui Facebook / Twitter / Google Plus untuk melihat Link Download (Klik salah Satunya)
Tweet
Tweet
0 komentar:
Post a Comment